NOTULIS

Gathering Komunitas Puring, Gonku Landscape & Stock Plant-Sawangan, 13 Desember 2008

Setelah sempat diundur karena menyesuaikan waktu dengan teman2 yang hadir, akhirnya gathering tahap kedua dilaksanakan tanggal 13 Desember 2008 bertempat di Gonku Nursery, Sawangan. Rencana semula acara dibuka pukul 9 pagi namun karena banyak teman2 yang nyasar, akibatnya mulur sampai jam 11, ooaalahhh…. Akhirnya kumpul jg deh sekitar 20 orang, lumayan..

Pertemuan kali ini berfokus pada pembentukan organisasi Komunitas Puring dan problematika industri puring. Organisasi atau paguyuban ini hendaklah merupakan bentuk wadah komunitas yang jelas dan terarah, bukan asal – asalan hanya mengikuti tren saja. Anggota komunitas puring saat ini ada sekitar 100 orang, terdiri dari anggota pasif dan aktif. Diputuskan untuk pembentukan pengurus berasal dari anggota yang hadir saat gathering ini, untuk pengembangannya ditentukan kemudian. Adapun pengurus yang terbentuk adalah :

Ketua           : Heri Syaefudin (Gonku)

Wakil Ketua  : Zulfikar

Sekretaris    : Novilia

Bendahara   : Arry

Humas          : Didi, Brilliantoro, Silo, Firdaus, Pashya, Andri

Semoga kepengurusan ini dapat berjalan dengan lancar dan pastinya perlu dukungan dari teman2 semua.

Ada masukan dari Bpk. Heri mengenai segmentasi komunitas puring ini. Karena tanaman puring sendiri terdiri dari berbagai kelas dari kelas harga murah (tanaman proyek) sampai harga selangit (kolektor item). Apakah akan berfokus pada pelestarian plasma nuftah (puring2 asli Indonesia), orientasi bisnis atau hanya sekedar koleksi. Pembahasan mengenai hal ini belum terjawab karena lebih tertuju pada pembentukan pengurus terlebih dahulu.

Image tanaman puring saat ini masih terpuruk karena masih dianggap sebagai tanaman kuburan. Mungkin belum banyak orang yang tertarik untuk menghiasi taman atau sudut rumahnya dengan tanaman puring gara2 image tersebut. Maka dengan adanya Komunitas Puring ini diharapkan mampu mengangkat image atau derajatnya menjadi lebih terhormat lagi dan masyarakat pun tidak ragu tuk mensejajarkan puring dengan aglaonema atau jenis tanaman koleksi lainnya. Amiieennn…

Bpk. Briliantoro concern mengenai identifikasi puring secara genetik, karena yang beredar saat ini sudah tidak jelas asal – usulnya. Belum ada informasi yang baku dan tepercaya mengenai silangan2 puring. Namun sepertinya hal itu sulit sekali tuk dilakukan, mengingat jenis yang ada ini mungkin sudah hasil silangan beberapa generasi indukan. Sulit sekali dicari puring yang benar2 species (asli) dari sekian banyak jenis, kecuali mungkin orang2 LIPI yang berkompeten mengurusi hal ini.

Hal yang paling mungkin dilakukan adalah identifikasi berdasarkan bentuk fisiknya (bentuk daun, warna, motif, dll). Jenis puring berdaun lebar dikelompokkan dengan jenis daun lebar, dan selanjutnya.

Penamaan puring pun belum ada standarisasinya. Dari satu jenis puring yang sama dapat ditemui nama yang berbeda2. Hal ini tentu saja membuat bingung. Semoga dengan adanya Komunitas Puring ini ada usaha2 untuk perbaikan yang lebih baik. Mungkin bisa saja diadakan pertemuan Puringers seluruh Indonesia untuk membahas standarisasi penamaan puring sehingga terbentuk nama yang baku.

Selama ini pelaku bisnis tanaman di Indonesia tergantung pada Thailand, India dan lain2 untuk pemenuhan terhadap tanaman puring. Alangkah lebih baik jika kita pun memperhatikan puring2 jenis local yang banyak sekali beredar. Jenis2 puring Indonesia pun tidak kalah menarik. Sudah saatnya kita melepas ketergantungan pada Thailand dan mulailah untuk mencari pangsa pasar di luar negeri. Sebenarnya tidak ada salahnya bila kita mengimport dari luar negeri, namun apabila hal itu menjadi kecanduan tentu tidak ada manfaatnya bagi pertanian kita.

Ada teman, Ibu Siti dari Sukabumi yang memang berorientasi ekspor. Menurut beliau, permintaan akan puring di Korea dan China lumayan tinggi. Hanya saja karena saat ini masih musim salju dan adanya krisis global, ekspor tanaman belum dilakukan lagi. Sambil menunggu, beliau giat berproduksi puring. Yang diminati adalah puring yang sudah diokulasi beberapa jenis, jadi pada satu tanaman akan terbentuk berbagai macam jenis. Tentu saja jenis puring local karena puring2 koleksi harganya sangat tidak terjangkau. Ibu Siti sudah mengusahakan untuk bermitra dengan petani2 di Cipanas, namun hanya sedikit saja yang mampu memenuhi pesanan puring okulasi sesuai dengan standar bakunya. Sehingga saat ini beliau terpaksa memproduksi sendiri. Ada teman2 yang berminat jadi mitra ???!!!

Semoga apa yang sudah didiskusikan bukan wacana semata, perlu ada effort dan support dari semua pihak. Semangat ya guys..!!!

Ditulis oleh : Novillia – Komunitas Puring Indonesia

Gathering Komunitas Puring, Taman Suropati, 26 Oktober 2008

Kronologis

Jam 10.00 pagi, semua peserta yg sudah confirm mulai nongol satu persatu. Dimulai dengan Bu Yenny (Bekasi).Berikutnya Mas Ophyt (Ciputat), Mas Alan (Cibinong) ngebawa pasukan plus Juragan Puring dari CIbinong – Pak Didi. Gak lama nongol pula Mba Ully dengan “pasukannya”.

Seperti yang udah diinformasikan sebelumnya, Mas Budi dari Majalah Flona ikutan nimbrung.

Wuiiih… makin tambah seru. Soale diliput MEDIA !.

Acara dimulai dengan mengangkat isu pembentukan “Organisasi Puring”. Perbincangan semakin hangat, karena dari Bu Yenny yang notabene-nya hobiis puring sejati juga ikut bicara. Bu Yenny rupanya dah lama koleksi puring, dari yg beli di Mba Ully sampe yang boleh minta ama tetangga ;-)

Mas Alan ikutan bicara, “pembentukan organisasi itu bukan hal yang buruk, akan tetapi kita perlu pikiran pula apakah akan berjalan efektif atau tidak?”.

Senada dengan Mas Alan, Mba Ully juga berkata seperti itu.

Pak Didi : “lebih baik kita fokus kepada bagaimana menyerap pendapat/aspirasi dari para pelaku pasar yg sudah cukup paham masalah puring”.

Melihat kecenderungan yang kurang positif dengan isu “Orgasisasi Puring” ini saya berusaha untuk mengambil kesimpulan bahwa untuk sementara waktu kita kesampingkan ide pembentukan organisasi ini. Berjalan sealami mungkin dalam bingkai komunitas, berusaha memberikan yang terbaik walau sekecil apapun.

Perbincangan beralih ketopik “Nama Dagang” alias penamaan puring. Seperti yang udah semua tau, penamaan puring ini udah bikin kepala pusing makin nambah “mumet” . Walau barangnya sama, tapi nama dagang berbeda . Ngejlimet !

Mas Budi dari Majalah Flona juga ikutan bicara mengenai penamaan ini. Mas Budi pernah punya pengalaman ditunjukin suatu jenis puring dengan nama dagang tertentu yang di klaim hasil silangan dari seseorang (katakan saja “A“) yang sama persis bentuk daun, corak, warna dan identitas yang melekat lainnya dengan jenis puring yang diklaim merupakan hasil silangan hobiis “B“.Terjadilah saling klaim mengklaim. Padahal menurut pandangan Mas Budi keduanya merupakan jenis puring yang sama alias ga beda.  Weleh.. .Weleh..!

Kesimpulan untuk diskusi dengan topik penamaan puring ini kita serahkan kembali ke pasar/para pelaku dan hobiis puring. Karena penamaan yang carut-marut ini ternyata ga cuma dialamin oleh Puring, Jenis tanaman hias lain jg ngalamin. Ambil contoh Sansievera. Dalam suatu diskusi milis, kesamaan nama satu jenis sansievera akan berbeda ketika berada ditangan orang yang berbeda.

Beranjak ke topik tentang pengaruh negeri Thailand dalam dunia tanaman hias di Indonesia . Belajar dari Aglonema jenis Pride of Sumatera, yang di “kloning” negeri gajah putih terus dilempar kembali ke pasaran Indonesia. Jelas2 merupakan sebuah bentuk “penjajahan”. Isu beaya produksi dan investasi yang tinggi untuk bisa memperbanyak/kloning suatu jenis tanaman tertentu di negeri kita sendiri menjadi alasan yang diutarakan Mba Ully.

Dari segi bisnis, hitung-hitungan seperti itu sangat masuk akal terlebih di negeri kita sendiri terlalu banyak beaya siluman yg ga semestinya keluar harus kita bayar kepada oknum-oknum tertentu. Menyedihkan !.

Belum lagi budaya instant, pengen cepat dapat hasil tapi ga mau mengolah dari nol. Beli bahan setengah jadi atau udah jadi terus dijual lage.

Moga-moga penyakit ini ga menjangkiti rekan-rekan di Komunitas Puring.

Dalam diskusi dengan topik pengaruh negeri Thailand terhadap perdagangan tanaman hias di Indonesia tak terkecuali Puring, terlahir sebuah idealisme dari Pak Didi yang pada dasarnya sama dengan idealisme saya bahwa Dominasi Negeri Gajah Putih dalam bisnis Tanaman Hias harus bisa kita perangi/kurangi/saingi. Dengan demikian profit yang didapat akan kembali kepada para pelaku bisnis di bidang Tanaman Hias khususnya para petani.

Suatu idealisme yang “naif“.

Intisari

Sebenernya banyak hal yang kita diskusikan di acara KopDar kemaren, tapi terlampau panjang untuk diceritakan disini. Jadi, saya intisarikan saja butir-butir diskusi kita di KopDar Taman Suropati 26 Oktober 2008 sebagai berikut :

1. Pembentukan Organisasi Puring bukanlah hal yang haram tapi bukan pula wajib untuk diwujudkan. Perjalanan  komunitas untuk masa sekarang ini dibiarkan berjalan secara alami dengan motto “Sekecil apapun kontribusi Anda, akan jauh lebih berarti ketimbang tidak berkontribusi sama sekali”.

2. Memberi ruang bagi rekan2 pecinta puring lainya untuk bisa lebih mendalami puring dengan melakukan kegiatan-kegiatan komunitas di lapangan/offline.

3. Menjalin komunikasi dengan rekan-rekan pecinta puring lainnya terutama petani dan menyerap aspirasi mereka.

4. Menjalin komunikasi dengan rekan-rekan media khususnya media flora

5. Menyusun rencana kegiatan komunitas puring

6. Semangat untuk terus melawan dominasi negeri tetangga dalam percaturan bisnis tanaman hias perlu terus dikobarkan ;-)

Sekian laporan langsung dari saya, terakhir ijinkan kembali saya menyampaikan rasa terima kasih.

Thanks To :

1. Mba Ully-Depok. Udah dateng beserta pasukan dan Misuanya.

2. Bu Yenny-Bekasi. Ikutan nimbrung mesti diburu2 dengan acara Farewell party di kantornya.

3. Mas Alan-Cibinong. Atas segala support dan masukannya.

4. Pak Didi-Cibinong. Untuk support dan masukannya. Yang ini juragan puring beneran ;-)

5. Mas Ophyt-Ciputat. Dah nyempetin waktu mesti ga pulang kerumah karena ngeliput berita.

Special Thanks To :

1. Mas Budi-Majalah Flona. Dah ikutan ngeliput komunitas puring.

Forum diskusi mohon agar tetap menggunakan jalur Milis Komunitas Puring

5 Comments on “NOTULIS”

  1. Rahma Says:

    Tertarik untuk bergabung dengan komunitas pecinta puring. Saya baru merintis membuat nursery khusus mengembangkan Puring di halaman rumah. Salam kenal buat semuanya.

    Rahma – Malang

    Salam kenal jg, Bu :D
    Mari kita samakan visi dan misi di Komunitas Puring Indonesia

  2. bows Says:

    salam kenal buat puringers…

    bows

  3. farhan Says:

    salam kenal puringers, saya baru mulai tertarik keindahan puring nih,,,
    mohon info dr para puringer’s senior,
    mohon kabari melalui PM kl ada kopdar/kunjungan ke nursery puring n minta alamat nursery puring sekitar sawangan/ciawi jika berkenan
    tks
    -farhan-

    thx bos
    atas atensinye dan dah berkenan gabung dgn Komunitas Puring Indonesia.
    Inpoh event offline bisa diliat lewat WebBlog Komunitas ini. so… pantau terus WebBlog Komunitas Puring Indonesia

  4. targetmillenia Says:

    Dear Puringers.,

    Selaku pribadi dan juga mewakili pengurus Komunitas Puring Indonesia, saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena telah terjadi perubahan jadwal kontes (kembali) utk yg kesekian kali. Hal ini tidak dimaksudkan utk menunjukkan inkonsistensi tp dikarenakan dinamika yg berkembang mengharuskan kita mengikuti schedule yg sedemikian rupa.
    bersama ini saya sampaikan bahwa event kontes puring kembali ke Jadwal semula yaitu :

    Tanggal : 23 Juni 2009.
    Tempat : Tangerang City, Cikokol – Tangerang
    Jam : 08.00 – selesai

    contact person :
    1. Zulfikar : (021) 9252-1781
    2. Nurdin : (021) 7024-0543, 0816-1466-480

    Sekali lagi mohon maaf atas timbulnya kesan inkonsistensi terkait schedule.
    Kelas Yang Dikonteskan :
    - Kelas 0 s.d 50 cm
    - Kelas 50 cm s.d 100 cm

    Dengan Beaya Pendaftaran hanya sebesar : Rp. 30.000/pot

    Hadiah yg diperebutkan :
    Juara I Rp. 1.000.000
    Juara II Rp. 750.000
    Juara III Rp. 500.000
    plus Trophy & Sertifikat

    Tersedia pula Doorprizes bagi peserta : 10 varian puring koleksi Gonku Landscape.

    Terima Kasih,
    Zulfikar

  5. targetmillenia Says:

    Dear Puringers,
    Selaku pribadi dan juga mewakili pengurus Komunitas Puring Indonesia, saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena telah terjadi perubahan jadwal kontes (kembali) utk yg kesekian kali. Hal ini tidak dimaksudkan utk menunjukkan inkonsistensi tp dikarenakan dinamika yg berkembang mengharuskan kita mengikuti schedule yg sedemikian rupa.

    bersama ini saya sampaikan bahwa event kontes puring kembali ke Jadwal semula yaitu :

    Tanggal : 23 Juni 2009.

    Tempat : Tangerang City, Cikokol – Tangerang

    Jam : 08.00 – selesai

    Sekali lagi mohon maaf atas timbulnya kesan inkonsistensi terkait schedule.

    Kelas Yang Dikonteskan :
    - Kelas 0 s.d 50 cm
    - Kelas 50 cm s.d 100 cm

    Dengan Beaya Pendaftaran hanya sebesar : Rp. 30.000/pot

    Hadiah yg diperebutkan :
    Juara I Rp. 1.000.000
    Juara II Rp. 750.000
    Juara III Rp. 500.000
    plus Trophy & Sertifikat

    Tersedia pula Doorprizes bagi peserta : 10 varian puring koleksi Gonku Landscape.

    Contact Person :
    1. Zulfikar : (021) 9252-1781
    2. Hadi : 0813-1069-5220, (021) 3388-4990
    3. Nurdin : 0816-1466-480, (021) 7024-0543
    4. Yay : (021) 9677-2281

    Komunitas Puring Indonesia juga membuka stand perwakilan di Event Pekan Flora Flori Nasional, jadi mari kita ramaikan dan kunjungi event ini.

    Acara ini terselenggara berkat kerjasama Dirjen Hortikultura, Pemda Banten, Perhimpunan Florikultura Indonesia dan Komunitas Puring Indonesia


Comment: